Putus
cinta adalah hal yang biasa untuk para remaja saat ini,dan tentunya patah
hati,seperti yang saat ini di rasakan oleh Chika gadis 16th yang
sudah brani untukbermain cinta,semenjak dia putus dengan pacarnya, Chika tak
pernah lagi mearsakan bagaimana rasanya sakit hati,dia menjadi wanita pemain
cinta yang istilah kerennya PLAYGIRL,sakit hati semenjak putus dengan Rian
membuatnya ingin balas dendam pada setiap laki-laki tampa dia memikirkan karma
itu ada.
“ngapain
loe Chik?” Tanya Fitri sahabatnya Chika “gpp kc Fit”,Chika pun meninggalkan
Fitri dengan beribu tanda Tanya.
Setelah
3 bulan lebih Chika dengan provesi PLAYGIRLnya kini Chika sadar,gak dengan
seperti ini dia biza melupakan Rian,rasa cinta kepada Rian gak berkurang
sedikitpun. Chika semakin gegana dy berfikir bagaimana caranya agar dy bza
menghapus rasa sayang itu,hingga akhirnya dy mencari tambatan hati yang lebih
tepat,tapi siapa?tanya Chika dalam hati.
Dipagi
yang cerah ini Chika berangkat sekolah dengan suasana hati yang cerah
juga,entah kenapa dy hari ini senang sekali untuk bertemu dengan teman-temannya
disekolah.
“pagi
fit!” sapa Chika dengan penuh keceriaan “hey,ada apa nich tumben pagi-pagi
secerah ini kesambet apa loe.?”Fitri heran dengan sahabatnya,padahal kemaren dy
murung,ich karang dy riang gak jelas banget gitu.”loe punya nomernya Rifki gc
fit?” dg malu-malu dy minta jawaban dari fitri,”hah jangan bilang Rifki loe
jadiin pelampiasan cinta loe Chik?” Chika malah senyum-senyum gak jelas yang
buat Fitri semakin kebingungan “hey Chik” betntak Fitri karna Chika malah
bengong,”Ech y yach fit mana nomernya.? Tenang saja qw udah tobat kok”.dan
akhirnya Chika pun dapat nomernya Rifki,setelah ngucapinterima kasih ke Fitri
Chika langsung ngilang tampa jejak,Fitri pun hanya geleng-geleng kepala ngeliat
sahabatnya yang semakin gak jelas itu.
//
Chika : ciank!
Rifki :jg m’f cp.?
Chika :nie Tegar kh.?
Rifki :gc
Chika :lh truz cp.?
Rifki :Rifki,lh nie cp..?
Chika :aqw Rena
percakapan via sms itupun berlangsung lama,yang membuat
Chika senyum-senyum sendiri,tapi dy gc ngaku dirinya,dy ngaku Rena.
Setiap hari Rifki sms Rena/Chika dan akhirnya mereka
saling kirim MMS,Chika bingung mau ngasih Bagus foto apa?dan akhirnya Chika
ngasih foto sepupunya yang lumayan lebih cntik dari dy. Setiap sms Rifki pun
slalu ngasih perhatian lebih untuk Rena,yang membuat Chika semakin senang karna
merasa di perhatikan oleh cowok idamannya itu karna dari awal itulah tujuannya.
“Rifki andainya kamu tau kalau Rena=
Chika apakah kamu seperhatian
ini/ ini semua karna aku ingin perhatian darimu,maafkan aku bagus”,ucap Chika
dalam hati.
//
Kring-kring bel istirahat sudah berbunyi siswa kels X
beranjak keluar meningggalkan kelas ada yang ke kantin dan ada juga yang ke
perpustakaan,tidak halnya dengan Chika,dia lebih memilih untuk tetap pada
tempat duduknya ia lebih senang main hp dalam kelas daripada ikut
teman-temannya keluar,tapi kali ini ia gak sendiri karna bagus juga memilih
untuk berdiam diri ditempat duduknya.
“tumben loe gc keluar?” Tanya Chika dengan nada
galaknya,yach itung-itung biar gak keliatan sandiwaranya sich.”males aja,btw
Rena tuch temen kamu z.?” Tanya Rifki mendadakyang membuat Cika tersentak kaget
“iyah,kamu kenal dari mana?” Tanya balik Chika pura-pura gak tau “dia sms
aku,kirain dapat nomerku dari kamu”. Tanya Rifki dengan menatap Chikayang
semakin membuat Chika smakin dag dig dug gak karuan,”yee nomer kamu aja aku gak
punya,udah ach aku mau ke kantin dulu”. Chika pun lebih memilih untuk kabur
dari Rifki,karna ia takut salah tingkahnya ketahuan olehRifki. Gak lama lagi
bel masukpun berbunyi,bu Parti guru Biologi itupun sudah masuk kelas,para
siswa-siswi sudah duduk tenang di tempat duduknya masing-masing,dan
pelajaranpun dimulai.
“Chika…” panggil bu Parti yang mengagetkan Chika yang
sedang gak konsen karna melamun “I I iya bu ada”,” hahahahaha emangnya bu Parti
ngabsen?hwahaha”kelaspun jadi kayak pasar. “sudah-sudah Chika sekarang kamu
keluar”.situasi kelas kembali terkendali dan Chika keluar kelas dengan wajah
murungnya. Dia bingung dia masih memikirkan Rifki,bagaimana kalau Rifki tau
kalau Rena=Chika?
//
Malam yang cerah dengan keindahan bintang dan
kawan-kawannya,tampa sedikitpun awan yang menghalangi keindahannya,terlihat
Chika membuka tirai jendelanya untukmelihat panorama malam itu. “bintang
sampaikan salam maaf untuknya yang sudah menguaai hati ini”,kata=kata itupun
terucap dari bibir mungil Chika yah kata-kata buat siapa lagi kalau bukan utuk Rifki.
Seperti biasa Rifki sms Rena/Chika,tapi mala mini
beda,di malam yang penuh panorama keindahan ini Bagus mengatakan isi hatinya
untuk Rena/Chika.”Rifki maafkan aku,aku adalah pengecut yang mencintaimu”, kata
Chika dalam hatinya. Dia bingung harus menjawab apa?apakah sandiwara ini terus
berlanjut atau dia akhir saja,”tapi…. Aku masih ingin perhatian dari orang yang
aku cintai”.
Jam menunjukkan pukul 00.00,Chika berusaha untuk
memejamkan matanya dan akhirnya dia terlelap dengan sejuta harapan dalam
angannya.
//
Burung-burung
mulai berkicau,sang surya telah menampakkan senyumnya dari ufuk
timur,setelah membuka jendela kamar Chka ibunya membangungkan Chika.
“Chika..banging saying sudah pagi ayo mandi biar kamu nanti gak telat!”tutur
halus ibunya Chika,Chika memang anak semata wayang jadi Chika begitu di
manja,apapun keinginannya pasti akan dituruti.
Setelah sarapan Chika berpamitan untuk berangkat ke
sekolah dengan hati yang sebenarnya gegana akan masalah semalam,dengan langkah
cepat Chika menuju kelasnya yang paling ujung itu,dan segera menemui sahabatnya
Fitri. “Fit” sapa Chika dengan mimic wajah yang mudah di tebak Fitri. Dan
seperti biasa Fitri slalu menjadi pendengar setia setiap semua kegelisaan yang
di rasakan Chika akhir-akhir ini,dan Chika pun dengan terbuka menceritakan
sandiwaranya tampa ada yang di tutup-tutupi,”menurutqw secepatnya dech loe
ngaku sama Rifki sebelum sandiwara loe smakin jauh,dan kamu harus tiap hari
bohong sama diri loe” nasehat bijak Fitri.”tapi Fit?” sangkal Chika masih belum
bisa menerima nasehat Fitri, “coba dech Chik loe fikir,sepandai- pandai loe
nyimpen bangkai pasti akan kecium baunya ,begitu jua dengan sandiwarah loe saat
nie,daripada nanti Rifki sendiri yang tw dan dia akan membenci loe,lebih baik
kamu jujur Chik,karna itu yang lebih baik”.panjang lebar nasehat
Fitri,sepertinya Chika sudah menemukan titik cerah untuk masalahnya saat
ini.”loe bisa bantu gue kan Fit?”Tanya Chika keFitri dengan menatap dalam-dalam
kata indah Fitri dengan penuh harap “apapun akan aku bantu Chik” jawab
Fitri,dan akhirnya Chika pun sedikit lega dan memeluk sahabatnya itu.
//
Malam ini cuaca agak mendung seperti halnya hati Chika
saat ini,dia gak lagi menghiraukan sms ataupun miscal dari siapapun termasuk
dari Rifki. Dia sibuk dengan meja belajarnya,bukan untuk belajar tapi untuk
untuk menulis surat pengakuan untuk Bagus,beberapa kertas sudah di sobek Chika
karna dia belom puas untuk surat pengakuannya itu hingga kamarnya seperti
tempat sampah kertas. Dengan air mata yang membasahi pipinya itu akhirnya
Chikapuas dengan karyanyadan di masukkanlah ke dalam amplop merah jambu dengan
sebulnya di angan-angan kembali apakah langkah yang di ambil ini benar-benar
langkah yang terbaik dan gak buat dirinya dibenci bagus,tapi hati nuraninya
berkata itu adalah langkah terbaik untuk kedepannya.
Paginya Chika memberikan amplop merah jambu itu ke
Fitri dengan hati yang ragu,bimbang semuanya campur menjadi satu,hati nuraninya
berkata lagi dan itu yang meyakinkan Chika,dan akhirnya Fitripun membrikan
amplopnya ke Bagus saat jam istirahat.
Dengan hati yang bertanya-tanya sepulang sekolah dia
masuk kamar ia pun membuka n membaca isi dari amplop merah jambu itu.
Assalamualaikum
Dear Rifki
Sebelumnya aku minta maaf dengan surat
ini aku memberikan pengakuan untukmu kalau sebenarnya Rena=Chika,maka dari itu
aku sangat minta maaf atas sandiwaraku slama ini,dan ini semua bukan karna aku
ingin mempermainkan perasaanmu,aku bisa mempermainkanmu tampa aku harus
sandiwara,tapi ini mua kulakukan karna aku mencintaimu.
Maaf,aku adalah pengecut yang
mencintaimu,dan sandiwara itu adalah caraku untuk bisa mendapatkan perhatian
darimu,karna slama ini dirimu slalu cuek dan gak mau tau tentangku,aku tw
caraku ini salah,maka dari itu kutulis surat ini dengan keraguan hati karna aku
takut dirimu nantinya akan membenci pengecut yang mencintaimu,maka dari itu
beribu maaf kini hanya tertuju padamu.
Sekali lagi aku minta maaf ya atas
sandiwara ini,sekarang aku sadar aku memang pantas untuk menerima kebencian
darimu,dan aku jua minta maaf karna udah lancing mencintaimu.
Pengecut
yang mencintaimu(Chika)
dengan
air mata yang membasai pipinya Rifki menggelengkan kepalanya seakan-akan gak
percaya apa yang dibacanya berapa detik yang lalu “kenapa kamu lakukan ini
semua Chika?kalau kamu bisa mempermainkanku tampa harus sandiwara,kenapa kamu
harus sandiwara kalau kau benar-benar mencintaiku?aku gak mau tw tentangmu itu
karna aku mencintaimu Chik,aku gak ingin rasa cinta tuch terlanjur jauh tapi
tak pernah kau balas,andai hatiku gak terlanjur kecewa,dengan senang hati aku
akan menyambut cintamu itu”,kata Rifki dengan uraian air mata yang penuh arti,tapi
sayang hanya dia,tuhan,dan hatinya sendiri yang tau.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar