Minggu, 20 Desember 2015

cerpen Dia itu aku


Oleh.Mintsan XI IPA

            Putus cinta adalah hal yang biasa untuk para remaja saat ini,dan tentunya patah hati,seperti yang saat ini di rasakan oleh Chika gadis 16th yang sudah brani untukbermain cinta,semenjak dia putus dengan pacarnya, Chika tak pernah lagi mearsakan bagaimana rasanya sakit hati,dia menjadi wanita pemain cinta yang istilah kerennya PLAYGIRL,sakit hati semenjak putus dengan Rian membuatnya ingin balas dendam pada setiap laki-laki tampa dia memikirkan karma itu ada.
            “ngapain loe Chik?” Tanya Fitri sahabatnya Chika “gpp kc Fit”,Chika pun meninggalkan Fitri dengan beribu tanda Tanya.
            Setelah 3 bulan lebih Chika dengan provesi PLAYGIRLnya kini Chika sadar,gak dengan seperti ini dia biza melupakan Rian,rasa cinta kepada Rian gak berkurang sedikitpun. Chika semakin gegana dy berfikir bagaimana caranya agar dy bza menghapus rasa sayang itu,hingga akhirnya dy mencari tambatan hati yang lebih tepat,tapi siapa?tanya Chika dalam hati.
            Dipagi yang cerah ini Chika berangkat sekolah dengan suasana hati yang cerah juga,entah kenapa dy hari ini senang sekali untuk bertemu dengan teman-temannya disekolah.
            “pagi fit!” sapa Chika dengan penuh keceriaan “hey,ada apa nich tumben pagi-pagi secerah ini kesambet apa loe.?”Fitri heran dengan sahabatnya,padahal kemaren dy murung,ich karang dy riang gak jelas banget gitu.”loe punya nomernya Rifki gc fit?” dg malu-malu dy minta jawaban dari fitri,”hah jangan bilang Rifki loe jadiin pelampiasan cinta loe Chik?” Chika malah senyum-senyum gak jelas yang buat Fitri semakin kebingungan “hey Chik” betntak Fitri karna Chika malah bengong,”Ech y yach fit mana nomernya.? Tenang saja qw udah tobat kok”.dan akhirnya Chika pun dapat nomernya Rifki,setelah ngucapinterima kasih ke Fitri Chika langsung ngilang tampa jejak,Fitri pun hanya geleng-geleng kepala ngeliat sahabatnya yang semakin gak jelas itu.

//

Chika                : ciank!
Rifki           :jg m’f cp.?
Chika        :nie Tegar kh.?
Rifki           :gc    
Chika        :lh truz cp.?
Rifki           :Rifki,lh nie cp..?
Chika        :aqw Rena

              percakapan via sms itupun berlangsung lama,yang membuat Chika senyum-senyum sendiri,tapi dy gc ngaku dirinya,dy ngaku Rena.
              Setiap hari Rifki sms Rena/Chika dan akhirnya mereka saling kirim MMS,Chika bingung mau ngasih Bagus foto apa?dan akhirnya Chika ngasih foto sepupunya yang lumayan lebih cntik dari dy. Setiap sms Rifki pun slalu ngasih perhatian lebih untuk Rena,yang membuat Chika semakin senang karna merasa di perhatikan oleh cowok idamannya itu karna dari awal itulah tujuannya. “Rifki andainya kamu tau kalau Rena=
Chika apakah kamu seperhatian ini/ ini semua karna aku ingin perhatian darimu,maafkan aku bagus”,ucap Chika dalam hati.


//

              Kring-kring bel istirahat sudah berbunyi siswa kels X beranjak keluar meningggalkan kelas ada yang ke kantin dan ada juga yang ke perpustakaan,tidak halnya dengan Chika,dia lebih memilih untuk tetap pada tempat duduknya ia lebih senang main hp dalam kelas daripada ikut teman-temannya keluar,tapi kali ini ia gak sendiri karna bagus juga memilih untuk berdiam diri ditempat duduknya.
              “tumben loe gc keluar?” Tanya Chika dengan nada galaknya,yach itung-itung biar gak keliatan sandiwaranya sich.”males aja,btw Rena tuch temen kamu z.?” Tanya Rifki mendadakyang membuat Cika tersentak kaget “iyah,kamu kenal dari mana?” Tanya balik Chika pura-pura gak tau “dia sms aku,kirain dapat nomerku dari kamu”. Tanya Rifki dengan menatap Chikayang semakin membuat Chika smakin dag dig dug gak karuan,”yee nomer kamu aja aku gak punya,udah ach aku mau ke kantin dulu”. Chika pun lebih memilih untuk kabur dari Rifki,karna ia takut salah tingkahnya ketahuan olehRifki. Gak lama lagi bel masukpun berbunyi,bu Parti guru Biologi itupun sudah masuk kelas,para siswa-siswi sudah duduk tenang di tempat duduknya masing-masing,dan pelajaranpun dimulai.
              “Chika…” panggil bu Parti yang mengagetkan Chika yang sedang gak konsen karna melamun “I I iya bu ada”,” hahahahaha emangnya bu Parti ngabsen?hwahaha”kelaspun jadi kayak pasar. “sudah-sudah Chika sekarang kamu keluar”.situasi kelas kembali terkendali dan Chika keluar kelas dengan wajah murungnya. Dia bingung dia masih memikirkan Rifki,bagaimana kalau Rifki tau kalau Rena=Chika?

//

              Malam yang cerah dengan keindahan bintang dan kawan-kawannya,tampa sedikitpun awan yang menghalangi keindahannya,terlihat Chika membuka tirai jendelanya untukmelihat panorama malam itu. “bintang sampaikan salam maaf untuknya yang sudah menguaai hati ini”,kata=kata itupun terucap dari bibir mungil Chika yah kata-kata buat siapa lagi kalau bukan utuk Rifki.
              Seperti biasa Rifki sms Rena/Chika,tapi mala mini beda,di malam yang penuh panorama keindahan ini Bagus mengatakan isi hatinya untuk Rena/Chika.”Rifki maafkan aku,aku adalah pengecut yang mencintaimu”, kata Chika dalam hatinya. Dia bingung harus menjawab apa?apakah sandiwara ini terus berlanjut atau dia akhir saja,”tapi…. Aku masih ingin perhatian dari orang yang aku cintai”.
              Jam menunjukkan pukul 00.00,Chika berusaha untuk memejamkan matanya dan akhirnya dia terlelap dengan sejuta harapan dalam angannya.

//

              Burung-burung  mulai berkicau,sang surya telah menampakkan senyumnya dari ufuk timur,setelah membuka jendela kamar Chka ibunya membangungkan Chika. “Chika..banging saying sudah pagi ayo mandi biar kamu nanti gak telat!”tutur halus ibunya Chika,Chika memang anak semata wayang jadi Chika begitu di manja,apapun keinginannya pasti akan dituruti.
              Setelah sarapan Chika berpamitan untuk berangkat ke sekolah dengan hati yang sebenarnya gegana akan masalah semalam,dengan langkah cepat Chika menuju kelasnya yang paling ujung itu,dan segera menemui sahabatnya Fitri. “Fit” sapa Chika dengan mimic wajah yang mudah di tebak Fitri. Dan seperti biasa Fitri slalu menjadi pendengar setia setiap semua kegelisaan yang di rasakan Chika akhir-akhir ini,dan Chika pun dengan terbuka menceritakan sandiwaranya tampa ada yang di tutup-tutupi,”menurutqw secepatnya dech loe ngaku sama Rifki sebelum sandiwara loe smakin jauh,dan kamu harus tiap hari bohong sama diri loe” nasehat bijak Fitri.”tapi Fit?” sangkal Chika masih belum bisa menerima nasehat Fitri, “coba dech Chik loe fikir,sepandai- pandai loe nyimpen bangkai pasti akan kecium baunya ,begitu jua dengan sandiwarah loe saat nie,daripada nanti Rifki sendiri yang tw dan dia akan membenci loe,lebih baik kamu jujur Chik,karna itu yang lebih baik”.panjang lebar nasehat Fitri,sepertinya Chika sudah menemukan titik cerah untuk masalahnya saat ini.”loe bisa bantu gue kan Fit?”Tanya Chika keFitri dengan menatap dalam-dalam kata indah Fitri dengan penuh harap “apapun akan aku bantu Chik” jawab Fitri,dan akhirnya Chika pun sedikit lega dan memeluk sahabatnya itu.

//

              Malam ini cuaca agak mendung seperti halnya hati Chika saat ini,dia gak lagi menghiraukan sms ataupun miscal dari siapapun termasuk dari Rifki. Dia sibuk dengan meja belajarnya,bukan untuk belajar tapi untuk untuk menulis surat pengakuan untuk Bagus,beberapa kertas sudah di sobek Chika karna dia belom puas untuk surat pengakuannya itu hingga kamarnya seperti tempat sampah kertas. Dengan air mata yang membasahi pipinya itu akhirnya Chikapuas dengan karyanyadan di masukkanlah ke dalam amplop merah jambu dengan sebulnya di angan-angan kembali apakah langkah yang di ambil ini benar-benar langkah yang terbaik dan gak buat dirinya dibenci bagus,tapi hati nuraninya berkata itu adalah langkah terbaik untuk kedepannya.
              Paginya Chika memberikan amplop merah jambu itu ke Fitri dengan hati yang ragu,bimbang semuanya campur menjadi satu,hati nuraninya berkata lagi dan itu yang meyakinkan Chika,dan akhirnya Fitripun membrikan amplopnya ke Bagus saat jam istirahat.
              Dengan hati yang bertanya-tanya sepulang sekolah dia masuk kamar ia pun membuka n membaca isi dari amplop merah jambu itu.

          Assalamualaikum

          Dear Rifki
          Sebelumnya aku minta maaf dengan surat ini aku memberikan pengakuan untukmu kalau sebenarnya Rena=Chika,maka dari itu aku sangat minta maaf atas sandiwaraku slama ini,dan ini semua bukan karna aku ingin mempermainkan perasaanmu,aku bisa mempermainkanmu tampa aku harus sandiwara,tapi ini mua kulakukan karna aku mencintaimu.
          Maaf,aku adalah pengecut yang mencintaimu,dan sandiwara itu adalah caraku untuk bisa mendapatkan perhatian darimu,karna slama ini dirimu slalu cuek dan gak mau tau tentangku,aku tw caraku ini salah,maka dari itu kutulis surat ini dengan keraguan hati karna aku takut dirimu nantinya akan membenci pengecut yang mencintaimu,maka dari itu beribu maaf kini hanya tertuju padamu.
          Sekali lagi aku minta maaf ya atas sandiwara ini,sekarang aku sadar aku memang pantas untuk menerima kebencian darimu,dan aku jua minta maaf karna udah lancing mencintaimu.


                                                Pengecut yang mencintaimu(Chika)

          dengan air mata yang membasai pipinya Rifki menggelengkan kepalanya seakan-akan gak percaya apa yang dibacanya berapa detik yang lalu “kenapa kamu lakukan ini semua Chika?kalau kamu bisa mempermainkanku tampa harus sandiwara,kenapa kamu harus sandiwara kalau kau benar-benar mencintaiku?aku gak mau tw tentangmu itu karna aku mencintaimu Chik,aku gak ingin rasa cinta tuch terlanjur jauh tapi tak pernah kau balas,andai hatiku gak terlanjur kecewa,dengan senang hati aku akan menyambut cintamu itu”,kata Rifki dengan uraian air mata yang penuh arti,tapi sayang hanya dia,tuhan,dan hatinya sendiri yang tau.

TAMAT

              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar