Sabtu, 06 Februari 2016

manfaat jamur Tiram untuk kesehatan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Jamur merupakan jenis tanaman yang tidak memiliki klorofil atau zat hijau daun, sehingga tanaman jamur tidak bisa menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis seperti tanaman hijau lainnya. Jamur hidup dengan cara mengambil zat-zat makanan dan senyawa pati dari organisme lain. Jamur hidup dengan bergantung pada organisme lain, karena itu sering kita jumpai tanaman jamur yang hidup menempel pada batang pohon yang telah lapuk.
Ada ribuan jenis jamur yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari wilayah subtropis dengan suhu dingin hingga wilayah tropis dengan suhu hangat. Dari ribuan jenis jamur tersebut tidak semua jamur menguntungkan bagi manusia dan dapat dikonsumsi. Jenis jamur yang merugikan adalah jenis jamur yang menjadi penyebab berbagai macam penyakit pada tanaman. Jenis jamur merugikan lainnya adalah jenis jamur yang mengandung racun dan menjadi sumber penyakit bagi manusia.
Adapun jenis jamur yang bermanfaat untuk kesehatan yaitu, jamur Tiram. Jamur tiram atau dalam bahasa latin disebut Pleurotus sp. merupakan salah satu jamur konsumsi yang bernilai tingi. Jamur Tiram adalah salah satu jenis jamur yang paling banyak dibudidayakan dimasyarakat Indonesia, karna budidaya jamur Tiram bisa dibilang mudah. Jamur ini mempunyai kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan.Salah satu manfaatnya yaitu untuk 1.) Menurunkan kadar gula . 2.) Mencegah tumor dan kanker.
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan mengambil judul “MANFAAT JAMUR TIRAM UNTUK KESEHATAN”.
1.2  Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah dari laporan hasil penelitian ini adalah :
1.      Apa manfaat jamur Tiram  untuk kesehatan?

1.3  Tujuan penelitian
tujuan dari penulisan ini adalah :
1.   Agar mengetahui memanfaat jamur Tiram untuk kesehatan.

1.4  Manfaat penelitian
Manfaat umum penelitian adalah sebagai berikut:
1.      Untuk memenuhi tugas akhir sekolah.
2.      Untuk mewujudkan visi dan misi sekolah.
3.      Untuk menambah wawasan siswa.
4.      Untuk mengembangkan pola fikir siswa dalam menanggapi pengetahuan melalui observasi.
      Adapun manfaat dari penulisan hasil penelitian ini sebagai berikut:
1.      Untuk penulis
a.       Dijadikan sebagai pengalaman penelitian.
b.      Dapat menerapkan serta mengembangkan ilmu tentang pembuatan laporan hasil penelitian.
c.       Menambah wawasan tentang kandungan dan manfaat jamur.
2.      Untuk pembaca
a.       Mengetahui manfaat jamur Tiram untuk kesehatan.

1.5  Definisi operasional

Judul penelitian           : Manfaat Jamur Tiram Untuk Kesehatan
1.      Manfaat adalah fungsi atau kegunaan dari suatu hal.
2.      Jamur adalah jenis tanaman yang tidak mempunyai korofil atau zat hijau daun.
3.      Jamur Tiram atau dengan nama latin Pleurotus ostreatus ini adalah salah satu jenis jamur yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan.
4.      Kesehatan adalah menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah keadaan baik tubuh suatu makhluk

1.6  Metode penelitian

1.6.1     Metode dan pendekatan penelitian

Dalam penyusunan laporan ini, peneliti menggunakan metode kualitatif, dengan tujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, motivasi, tindakan dan lain – lain dengan cara mendeskripsikannya dalam bentuk kata – kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah (moleong, 2005: 6).
1.6.2     Waktu dan tempat penelitian
·         Waktu penelitian
Hari : Rabu
Tanggal : 16 Desember 2015
·         Tempat penelitian
Eco Green Park Batu Malang
1.6.3     Data dan sumber data
Dalam penelitian ini data diperoleh dari:
Ø  Data Sekunder
        Merupakan data yang diperoleh dan dikumpulkan dari sumber yang telah ada ditempat penelitian maupun diluat tempat penelitian. Data sekunder biasanya diperoleh dari laporan-laporan atau literatur buku yang ada.
1.6.4     Instrumen penelitian
Adapun instrument atau alat bantu penelitian yang saya gunakan adalah, kamera, alat tulis, dan korpus data.
1.6.5     Teknik pengumpulan data
Teknik yang saya gunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :
1.      Teknik observasi sebagai awal penelitian, yaitu mengunjungi tempat – tempat yang menjadi sumber penelitian. Teknik ini sering disebut dengan pengamatan, yaitu kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra (Arikunto,2006: 156).
2.   Teknik pencatatan dalam penelitian dilakukan dengan mencatat hal- hal yang dianggap penting ( Mahsun, 2005: 91)
Adapun langkah – langkah pengumpulan data secara umum adalah sebagai berikut:
1.      Membaca catatan proses penelitian secara keseluruhan dan berulang – ulang.
2.      Mengidentifikasi data – data yang berhubungan dengan masalah yang dijadikan objek pembahasan.
3.      Mengkondifikasi data yang sudah diidentifikasi.
4.      Mengklasifikasi berdasarkan jenis data sesuai dengan pengodifikasikan yang telah dilakukan sebelumnya.
1.6.6     Teknik analisi data
Analisis data adalah proses mengorganisasikan serta mengurutkan kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan kesimpulan seperti apa yang menjadi tujuan. Menurut Moleong (2005: 282) langkah – langkah yang digunakan dalam teknik analisis data kualitatif secara umum adalah sebagai berikut :
1.      Membaca catatan proses penelitian secara keseluruhan dan berulang – ulang.
2.      Mengidentifikasi data – data yang berhubungan dengan masalah yang dijadikan objek pembahasan.
3.      Mengkondifikasi data yang sudah diidentifikasi.
4.      Mengklasifikasikan berdasarkan jenis data sesuai dengan pengondifikasian yang telah dilakukan sebelumnya.
5.      Menyimpulkan data yang telah diklasifikasi sebelumnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.1              Pengertian jamur
Jamur merupakan organisme yang tidak mempunyai klorofil sehingga tidak mempunyai kemampuan untuk memproduksi makanan sendiri atau dengan kata lain jamur tidak bisa memanfaatkan karbondioksida sebagai sumber karbonnya. Oleh karena jamur memerlukan senyawa organic baik dari bahan organic mati maupun dari organisme hidup sehingga jamur dikatakan juga organisme heterotrofik. Jamur ini ada yang hidup dan memperoleh makanan dari bahan organik mati seperti sisa-sisa hewan dan tumbuhan, dan ada pula yang hidup dan memperoleh makanan dari organisme hidup. Jamur yang hidup dan memperoleh makanan dari bahan organic mati dinamakan saprofit, sedangkan yang hidup dan memperoleh makanan dari organism hidup dinamakan parasit (Darnetty, 2006).
Penampilan jamur atau cendawan tidak asing bagi kita semua. Kita dapat melihat pertumbuhan berwarna biru dan hijau pada buah jeruk dan keju. Pertumbuhan berwarna putih seperti bulu pada roti dan selai basi, jamur dilapangan dan hutan. Kesemuaan ini merupakan tubuh berbagai cendawan. Jadi cendawan mempunyai berbagai macam penampilan, tergantung pada spesiesnya. Telaah mengenai cendawan disebut mikologi. Cendawan terdiri dari kapang (mold) dan khamir (yeast) (Perlczar, 2005).
1.2              Taksonomi jamur tiram
Berdasarkan informasi yang ada di papan informasi tentang klasifikasi kandungan dan manfaat jamur.
ØTaksonomi jamur tiram
Kingdom              : Plantae
Divisio                 : Eumycotina
Sub devisi                        : Mycota
Kelas                    : Basidiomicetes
Sub kelas              : Homobasidioomycetidae
Ordo                     : Hymenomycetales
Femilia                 : Agaricaceae
Genus                   : Pleurotus
Spesies                 : Pleuratus ostreatus
1.3              Kandungan jamur tiram
Menurut Ratnasari pada tahun 2000 bahwa,Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Selain karena memiliki cita rasa yang khas, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram mengandung protein sebanyak 19 – 35% dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 – 81,8 %. Selain itu jamur tiram mengandung  tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2,niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang.Jamur tiram bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih lengkap sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan (Ratnasari 2000).

Berdasarkan papan informasi yang ada di  ECO GREEN PARK Kandungan nutrisi jamur Tiram putih per 100 gr mengandung :
·         Kalori (energy )        : 3671 kal
·         Protein                      : 10,5 – 30,4 %
·         Karbohidrat              : 56,6 %
·         Lemak                      : 1,7 – 2,2 %
·         Thiamin                    : 0,20 mg
·          Rithoviavin              : 4,7 – 4,9 mg
·         Niacin                       : 77,2 mg
·         Ca ( kalsium )                       : 314,0 mg
·         K ( kalium )              : 3793,0 mg
·         P ( fosfor )                : 717,0 mg
·         Na ( natrium )                       : 837,0 mg
·         Fe ( besi )                  : 3,4 – 16,2 mg




BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Manfaat jamur Tiram untuk kesehatan
Jamur Tiram adalah salah satu jenis jamur yang dapat dimakan, selain dapat dimakan kandungan gizi yang terdapat didalamnya juga mempunyai berbagai manfaat untuk kesehatan.
1.      Menurunkan kadar gula darah dan kolestrol
Nilai gizi jamur tiram setara dengan daging. Namun, yang membedakannya adalah kandungan kolestrol 0% di dalamnya. Kelebihan jamur tiram dibanding dengan daging adalah jamur tiram dapat memberi asupan gizi yang cukup tanpa menambah kolestrol jahat pada tubuh. Pada penelitian yang dilakukan oleh United Statates Drugs and Andmiration juga membuktikan bahwa mengonsumsi jamur tiram secara rutin dapat menurunkan kadar koletrol jahat pada tubuh.

2.      Mencegah tumor kanker
Zat besi terdapat pada jamur tiram memiliki peranan penting yang membantu pertumbuhan limfosit. Senyawa ini berfungsi untuk menghancurkan sel-sel tumor atau virus penyakit.

3.      Mencegah radang usus
Radang usus merupakan penyakit yang disebabkan memiliki masalah dengan kekebalan tubuh. Oleh karna itu untuk mencega radang usus bisa dengan mengkonsumsi jamur Tiram. Karna jamur tiram mengandung kalori dan protein yang dapat menambah daya tahan tubuh.




4.      Menetralis racun
Salah satu sifat jamur Tiram yang juga manfaat dari jamur Tiram adalah menetralis racun dalam tubuh. Sehingga para ilmuwan mengatakan bahwa jamur Tiram sangat layak untuk dikonsumsi.
5.      Menghentikan pendarahan dan mempercepat pengeringan luka
Antioksidan kuat yang ada didalam jamur, dan sangat efektif untuk memberikan perlindungan dari radikal bebas serta meningkatkan kekebalan tubuh. Jamur mengandung antibiotik alami (mirip dengan penisilin, dan itu memang diambil dari jamur ) yang akan menghambat infeksi jamur, mikroba dan lain – lain. Jamur juga dapat membantu menyembuhkan borok ataupun luka berbisul dan melindungi dari infeksi. Kombinasi yang baik dari Vitamin A, B- kompleks dan C, ditemukan pada jamur, jamur juga bermanfaat untuk mempekuat system kekebalan tubuh.
6.      Mencegah diabetes militus
Jamur bisa menjadi makanan diet rendah energi yang ideal bagi penderita diabetes. Hal ini karena jamur tanpa lemak, tanpa kolesterol, karbohidrat yang sangat rendah, protein tinggi, vitamin, mineral,  dan serat. Selain itu, jamur mengandung insulin alami dan enzim yang membantu mogok gula atau pati makanan.

7.      Menambah daya tahan tubuh
Beberapa ahli merekomendasikan jamur sebagai makanan super yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Mengkonsumsi jamur secara rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit flu dan memiliki ketahanan pada hawa dingin.





BAB IV
PENUTUP

4.1     Kesimpulan
Berdasarkan dari data dan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa :
1.      Jamur merupakan jenis tanaman yang tidak mempunyai klorofil atau zat hujau.
2.      Jamur tiram adalah salah satu jenis jamur yang banyak dibudidayakan di Indonesia.
3.      Jamur tiram adalah salah satu jenis jamur yang selain dapat dikonsumsi juga bermanfaat untuk kesehatan.

4.2     Saran
1.   Saran untuk sekolah
a)      Agar slalu memberi semangat untuk siswa untuk lebih bersemangat dan tidak mengeluh dalam study penelitian.
b)      Dibutukan dorongan dari guru pembimbing masing – masing untuk meningkatkan daya pikir dan mental siswa.

2.   Saran untuk pengelolah wisata ECO GREEN PRAK
a)      Seharusnya disetiap tempat penelitian ada pemandunya.

3.   Saran untuk pembaca
a)      Mengonsumsi jamur Tiram terutama para penderita diabetes.