BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Jamur
merupakan jenis tanaman yang tidak memiliki klorofil atau zat hijau daun,
sehingga tanaman jamur tidak bisa menghasilkan makanan sendiri melalui proses
fotosintesis seperti tanaman hijau lainnya. Jamur hidup dengan cara mengambil
zat-zat makanan dan senyawa pati dari organisme lain. Jamur hidup dengan
bergantung pada organisme lain, karena itu sering kita jumpai tanaman jamur
yang hidup menempel pada batang pohon yang telah lapuk.
Ada
ribuan jenis jamur yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari wilayah subtropis
dengan suhu dingin hingga wilayah tropis dengan suhu hangat. Dari ribuan jenis
jamur tersebut tidak semua jamur menguntungkan bagi manusia dan dapat
dikonsumsi. Jenis jamur yang merugikan adalah jenis jamur yang menjadi penyebab
berbagai macam penyakit pada tanaman. Jenis jamur merugikan lainnya adalah
jenis jamur yang mengandung racun dan menjadi sumber penyakit bagi manusia.
Adapun jenis jamur yang
bermanfaat untuk kesehatan yaitu, jamur Tiram. Jamur tiram atau dalam bahasa
latin disebut Pleurotus sp.
merupakan salah satu jamur konsumsi yang bernilai tingi. Jamur Tiram adalah
salah satu jenis jamur yang paling banyak dibudidayakan dimasyarakat Indonesia,
karna budidaya jamur Tiram bisa dibilang mudah. Jamur ini mempunyai kandungan
gizi yang bermanfaat untuk kesehatan.Salah satu manfaatnya yaitu untuk 1.)
Menurunkan kadar gula . 2.) Mencegah tumor dan kanker.
Berdasarkan uraian latar belakang
diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan mengambil judul “MANFAAT JAMUR TIRAM UNTUK KESEHATAN”.
1.2 Rumusan masalah
Adapun
rumusan masalah dari laporan hasil penelitian ini adalah :
1.
Apa
manfaat jamur Tiram untuk kesehatan?
1.3 Tujuan penelitian
tujuan
dari penulisan ini adalah :
1.
Agar
mengetahui memanfaat jamur Tiram untuk kesehatan.
1.4 Manfaat penelitian
Manfaat umum
penelitian adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
memenuhi tugas akhir sekolah.
2.
Untuk
mewujudkan visi dan misi sekolah.
3.
Untuk
menambah wawasan siswa.
4.
Untuk
mengembangkan pola fikir siswa dalam menanggapi pengetahuan melalui observasi.
Adapun
manfaat dari penulisan hasil penelitian ini sebagai berikut:
1.
Untuk
penulis
a. Dijadikan sebagai pengalaman
penelitian.
b. Dapat menerapkan serta
mengembangkan ilmu tentang pembuatan laporan hasil penelitian.
c. Menambah wawasan tentang
kandungan dan manfaat jamur.
2.
Untuk
pembaca
a.
Mengetahui
manfaat jamur Tiram untuk kesehatan.
1.5 Definisi operasional
Judul penelitian : Manfaat Jamur Tiram Untuk
Kesehatan
1.
Manfaat
adalah fungsi atau kegunaan dari suatu hal.
2.
Jamur
adalah jenis tanaman yang tidak mempunyai korofil atau zat hijau daun.
3.
Jamur
Tiram atau dengan nama latin Pleurotus
ostreatus ini adalah salah satu jenis jamur yang bisa dimanfaatkan untuk
kesehatan.
4.
Kesehatan
adalah menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah keadaan baik tubuh
suatu makhluk
1.6 Metode penelitian
1.6.1
Metode dan
pendekatan penelitian
Dalam
penyusunan laporan ini, peneliti menggunakan metode kualitatif, dengan tujuan
untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku,
motivasi, tindakan dan lain – lain dengan cara mendeskripsikannya dalam bentuk
kata – kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah (moleong, 2005:
6).
1.6.2
Waktu dan tempat
penelitian
·
Waktu penelitian
Hari
: Rabu
Tanggal
: 16 Desember 2015
·
Tempat penelitian
Eco
Green Park Batu Malang
1.6.3
Data
dan sumber data
Dalam penelitian ini data diperoleh dari:
Ø Data Sekunder
Merupakan data yang diperoleh dan dikumpulkan dari sumber yang telah ada
ditempat penelitian maupun diluat tempat penelitian. Data sekunder biasanya
diperoleh dari laporan-laporan atau literatur buku yang ada.
1.6.4
Instrumen
penelitian
Adapun instrument atau alat bantu
penelitian yang saya gunakan adalah, kamera, alat tulis, dan korpus data.
1.6.5
Teknik
pengumpulan data
Teknik
yang saya gunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :
1.
Teknik
observasi sebagai awal penelitian, yaitu mengunjungi tempat – tempat yang
menjadi sumber penelitian. Teknik ini sering disebut dengan pengamatan, yaitu
kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh
alat indra (Arikunto,2006: 156).
2.
Teknik
pencatatan dalam penelitian dilakukan dengan mencatat hal- hal yang dianggap
penting ( Mahsun, 2005: 91)
Adapun langkah – langkah
pengumpulan data secara umum adalah sebagai berikut:
1.
Membaca
catatan proses penelitian secara keseluruhan dan berulang – ulang.
2.
Mengidentifikasi
data – data yang berhubungan dengan masalah yang dijadikan objek pembahasan.
3.
Mengkondifikasi
data yang sudah diidentifikasi.
4.
Mengklasifikasi
berdasarkan jenis data sesuai dengan pengodifikasikan yang telah dilakukan
sebelumnya.
1.6.6
Teknik
analisi data
Analisis
data adalah proses mengorganisasikan serta mengurutkan kedalam pola, kategori,
dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan
kesimpulan seperti apa yang menjadi tujuan. Menurut Moleong (2005: 282) langkah
– langkah yang digunakan dalam teknik analisis data kualitatif secara umum
adalah sebagai berikut :
1.
Membaca
catatan proses penelitian secara keseluruhan dan berulang – ulang.
2.
Mengidentifikasi
data – data yang berhubungan dengan masalah yang dijadikan objek pembahasan.
3.
Mengkondifikasi
data yang sudah diidentifikasi.
4. Mengklasifikasikan berdasarkan
jenis data sesuai dengan pengondifikasian yang telah dilakukan sebelumnya.
5.
Menyimpulkan
data yang telah diklasifikasi sebelumnya.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
1.1
Pengertian
jamur
Jamur
merupakan organisme yang tidak mempunyai klorofil sehingga tidak mempunyai
kemampuan untuk memproduksi makanan sendiri atau dengan kata lain jamur tidak
bisa memanfaatkan karbondioksida sebagai sumber karbonnya. Oleh karena jamur
memerlukan senyawa organic baik dari bahan organic mati maupun dari organisme
hidup sehingga jamur dikatakan juga organisme heterotrofik. Jamur ini ada yang
hidup dan memperoleh makanan dari bahan organik mati seperti sisa-sisa hewan
dan tumbuhan, dan ada pula yang hidup dan memperoleh makanan dari organisme
hidup. Jamur yang hidup dan memperoleh makanan dari bahan organic mati
dinamakan saprofit, sedangkan yang hidup dan memperoleh makanan dari organism
hidup dinamakan parasit (Darnetty, 2006).
Penampilan
jamur atau cendawan tidak asing bagi kita semua. Kita dapat melihat pertumbuhan
berwarna biru dan hijau pada buah jeruk dan keju. Pertumbuhan berwarna putih
seperti bulu pada roti dan selai basi, jamur dilapangan dan hutan. Kesemuaan
ini merupakan tubuh berbagai cendawan. Jadi cendawan mempunyai berbagai macam
penampilan, tergantung pada spesiesnya. Telaah mengenai cendawan disebut
mikologi. Cendawan terdiri dari kapang (mold) dan khamir (yeast) (Perlczar,
2005).
1.2
Taksonomi
jamur tiram
Berdasarkan informasi yang ada di
papan informasi tentang klasifikasi kandungan dan manfaat jamur.
ØTaksonomi jamur tiram
Kingdom : Plantae
Divisio : Eumycotina
Sub devisi : Mycota
Kelas : Basidiomicetes
Sub kelas : Homobasidioomycetidae
Ordo : Hymenomycetales
Femilia : Agaricaceae
Genus : Pleurotus
Spesies : Pleuratus ostreatus
1.3
Kandungan
jamur tiram
Menurut Ratnasari pada tahun 2000 bahwa,Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu
yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Selain karena memiliki cita rasa yang
khas, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram mengandung
protein sebanyak 19 – 35% dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak
46,6 – 81,8 %. Selain itu jamur tiram mengandung tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2,niasin,
biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam
komposisi yang seimbang.Jamur tiram bila dibandingkan dengan daging ayam yang
kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0
gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih lengkap sehingga tidak salah
apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan (Ratnasari 2000).
Berdasarkan papan informasi yang ada
di ECO GREEN PARK Kandungan nutrisi
jamur Tiram putih per 100 gr mengandung :
·
Kalori (energy ) : 3671 kal
·
Protein : 10,5 – 30,4 %
·
Karbohidrat : 56,6 %
·
Lemak : 1,7 – 2,2 %
·
Thiamin : 0,20 mg
·
Rithoviavin : 4,7 – 4,9 mg
·
Niacin : 77,2 mg
·
Ca ( kalsium ) :
314,0 mg
·
K ( kalium ) : 3793,0 mg
·
P ( fosfor ) : 717,0 mg
·
Na ( natrium ) :
837,0 mg
·
Fe ( besi ) : 3,4 – 16,2 mg
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Manfaat jamur Tiram untuk
kesehatan
Jamur Tiram adalah salah satu jenis
jamur yang dapat dimakan, selain dapat dimakan kandungan gizi yang terdapat
didalamnya juga mempunyai berbagai manfaat untuk kesehatan.
1. Menurunkan
kadar gula darah dan kolestrol
Nilai gizi jamur tiram setara
dengan daging. Namun, yang membedakannya adalah kandungan kolestrol 0% di
dalamnya. Kelebihan jamur tiram dibanding dengan daging adalah jamur tiram
dapat memberi asupan gizi yang cukup tanpa menambah kolestrol jahat pada tubuh.
Pada penelitian yang dilakukan oleh United Statates Drugs and Andmiration juga
membuktikan bahwa mengonsumsi jamur tiram secara rutin dapat menurunkan kadar
koletrol jahat pada tubuh.
2. Mencegah
tumor kanker
Zat besi terdapat pada jamur tiram
memiliki peranan penting yang membantu pertumbuhan limfosit. Senyawa ini
berfungsi untuk menghancurkan sel-sel tumor atau virus penyakit.
3. Mencegah
radang usus
Radang usus merupakan penyakit yang disebabkan
memiliki masalah dengan kekebalan tubuh. Oleh karna itu untuk mencega radang
usus bisa dengan mengkonsumsi jamur Tiram. Karna jamur tiram mengandung kalori
dan protein yang dapat menambah daya tahan tubuh.
4. Menetralis
racun
Salah satu sifat jamur Tiram yang juga manfaat dari
jamur Tiram adalah menetralis racun dalam tubuh. Sehingga para ilmuwan
mengatakan bahwa jamur Tiram sangat layak untuk dikonsumsi.
5. Menghentikan
pendarahan dan mempercepat pengeringan luka
Antioksidan kuat yang ada didalam jamur, dan sangat
efektif untuk memberikan perlindungan dari radikal bebas serta meningkatkan
kekebalan tubuh. Jamur mengandung antibiotik alami (mirip dengan penisilin, dan
itu memang diambil dari jamur ) yang akan menghambat infeksi jamur, mikroba dan
lain – lain. Jamur juga dapat membantu menyembuhkan borok ataupun luka berbisul
dan melindungi dari infeksi. Kombinasi yang baik dari Vitamin A, B- kompleks
dan C, ditemukan pada jamur, jamur juga bermanfaat untuk mempekuat system
kekebalan tubuh.
6. Mencegah
diabetes militus
Jamur bisa menjadi makanan diet rendah energi yang
ideal bagi penderita diabetes. Hal ini karena jamur tanpa lemak, tanpa
kolesterol, karbohidrat yang sangat rendah, protein tinggi, vitamin,
mineral, dan serat. Selain itu, jamur mengandung insulin alami dan enzim
yang membantu mogok gula atau pati makanan.
7. Menambah
daya tahan tubuh
Beberapa
ahli merekomendasikan jamur sebagai makanan super yang sangat berperan dalam
menjaga kesehatan tubuh. Mengkonsumsi jamur secara rutin dapat meningkatkan
daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit flu dan memiliki ketahanan pada
hawa dingin.
BAB
IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan dari data dan
pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa :
1. Jamur merupakan jenis tanaman
yang tidak mempunyai klorofil atau zat hujau.
2. Jamur tiram adalah salah satu
jenis jamur yang banyak dibudidayakan di Indonesia.
3. Jamur tiram adalah salah satu
jenis jamur yang selain dapat dikonsumsi juga bermanfaat untuk kesehatan.
4.2 Saran
1. Saran untuk sekolah
a)
Agar
slalu memberi semangat untuk siswa untuk lebih bersemangat dan tidak mengeluh
dalam study penelitian.
b)
Dibutukan
dorongan dari guru pembimbing masing – masing untuk meningkatkan daya pikir dan
mental siswa.
2.
Saran untuk pengelolah wisata ECO
GREEN PRAK
a)
Seharusnya
disetiap tempat penelitian ada pemandunya.
3. Saran
untuk pembaca
a)
Mengonsumsi
jamur Tiram terutama para penderita diabetes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar